Hayhoooo.....
Disini gue akan menceritakan
pengalaman gue saat pergi ke Negeri orang tanpa orangtua, tanpa ada yang
ngingetin sholat kecuali alarm, tanpa ada yang ngasih solusi untuk beli oleh
oleh apa. Jadi FIX disini gue harus mandiri. Sebelum hari H gue sudah mempersiapkan segala macam barang yg akan gue bawa kaya makanan, alat alat make up (sabun,handbody,deodoran,parfum dkk), baju, sepatu, dan diri. Dan next lanjut ke hari pertama
| ini foto kita sebelum take-off |
DAY 1 - 18, Oktober 2015
Karena gue baru pertama kali naik pesawat, dikarenakan dulu saat gue ke Bali naiknya kapal. Gue ngerasa tegang gimana gitu... Sampe gue pegangin tangannya temen gue dan rasanya kaya mau teriak teriak gajelas. Lebay sih emang. Tapi kalo temen gue tanya “Kenapa Rin?” gue cukup jawab “Gapapa. Pemandangan diluar bagus ya”. Mangalihkan pertanyaan? YAP!
Karena gue baru pertama kali naik pesawat, dikarenakan dulu saat gue ke Bali naiknya kapal. Gue ngerasa tegang gimana gitu... Sampe gue pegangin tangannya temen gue dan rasanya kaya mau teriak teriak gajelas. Lebay sih emang. Tapi kalo temen gue tanya “Kenapa Rin?” gue cukup jawab “Gapapa. Pemandangan diluar bagus ya”. Mangalihkan pertanyaan? YAP!
Then, kita sampai di Bangkok
pukul 8.20 p.m. Lalu kita diantar menuju hotel. Nama hotelnya itu
adalah Miramar Hotel
Sesampainya di “Miramar Hotel” kita semua dibagikan kunci kamar lalu diberi tau barang-barang apa saja yang tidak boleh dibawa. Gue sekamar sama Rafidah. Sesudah itu kita disuruh istirahat dan harus siap siap untuk tour besok. Tapi kalo gue baru tidur jam 2an, karena harus memanfaatkan wifi yang ada. And share my location.
DAY 2 - 19 Oktober 2015
Karena di Thailand ga ada
perbedaan waktu sama Indonesia. Akhirnya gue bangun, sholat, mandi dan siap
siap turun untuk sarapan dan langsung menuju Pattaya. Tour pertama kita
adalah...
GRAND PALACE
![]() Sesampainya di Grand Palace |
Disini kita bisa melihat pemandangan terindah di kota Bangkok. Desain interior dan eksterior dari Istana Raja Thailand ini bener bener memukau dan kinclong dipandang mata. And the next, we went to..
Wat Pho (Seleeping Buddha)
![]() |
| Arrived in Wat Pho |
Sleeping Buddha itu ada di tengah
kompleks kuil. Untuk masuk kesana kita harus melepas alas kaki, topi dan
kacamata hitam. Disana udah di sediain kantong buat menyimpan alas kaki kita,
tapi disana ga ada tempat pentipan sepatu, jadi mau ga mau kita harus bawa
sepatu kita saat berkeliling ke dalam Seleeping Buddha.
Nah di sepanjang koridor itu ada
mangkok-mangkok yang berjajar. Mangkok tersebut biasanya diisi koin yang bisa
dibeli seharga 20 baht di pintu masuk (kata Tour Guide-nya). Konon,
kalau kita bisa masukin koin ke semua mangkok itu dan jumlahnya juga sesuai,
keinginan kita bakalan terkabul.
Wat Arun
Saat turun dari perahu, ada
tempat penyewaan baju tradisional Thailand, bisa juga buat berfoto-foto ria,
harganya itu 80 baht. Setelah puas liat kuil kuil, saatnya kita diantar buat
menuju pasar Wat Arun. Tepatnya sih disamping Wat Arun. Disini banyak banget
yang berjualan mulai dari baju, tas, souvenir, gantungan kunci, dompet dengan
harga murah. Gue saranin kalo kalian kesini, mending beli banyak souvenir
disini aja. Karena menurut gue cuma disini yang paling murah.
Setelah itu makan siang di Al-Hilal. Di dalam menunya itu ada ikan yang
dicampur potongan-potongan mangga rasanya asam-asam manis, ayam crispy, lalu
ada sejenis capcay, telur, dan sop bening tom yum. The next Tour kita menuju...
BIG BEE FARM
Jam 7.30 malam kami sampai di sebuah restoran yang lupa namanya apa, dan ternyata menu sajiannya juga sama asam asamnya kaya tadi siang. Cuma bedanya ini ada kepiting dan sayur kangkungnya.
![]() |
| Ini adalah foto didalamnya, sempit kan? Nah dibelakang gue, samping kanan itu ada mangkok koinnya. |
![]() |
| Patung Sleeping Buddha |
Wat Arun
Kalo misalkan kalian bosen liat
kuil kuil yang cuma gitu gitu aja. Disini kita diajak ke Wat Arun, yaitu
sebelum menikmati kuil ini, first kita harus menyusuri sungai Chao
Pharaya. Kalo di liat-liat sungai ini bener-bener kerawat banget, ga ada sampah
yang gue liat saat menuju kuil.
| Ini adalah salah satu kuil yang belum selesai di bangun. |
Orang-orang yang berjualan di Wat
Arun juga bisa bahasa Indonesia, bahasa Inggris, juga Mandarin lho. Karena,
mereka banyak sekali kedatangan turis dari Indonesia. Dan kalo misalkan kalian
keabisan uang baht jangan takut karena mereka juga nerima uang rupiah.
![]() |
| Masakan asam tapi lezat di Al-Hilal. |
BIG BEE FARM
![]() |
| Gue saat memegang sarang si lebah. |
Big Bee Farm ini adalah tempat
peternakan lebah terbesar di Thailand. Sesampainya disana kita diajak
berkeliling dan dijelaskan secara lengkap dan detail berbagai hal mengenai
kehidupan lebah. Setelah itu kita diajak untuk masuk ke dalam ruangan untuk
dijelaskan mengenai jenis-jenis hasil dari lebah. Ada madu, propolis, royal
jelly, dan bee polen. Manfaat dan khasiatnya pun berbeda beda.
![]() |
| Yang ditengah itu adalah Ratu dari semua lebah. |
Floating Market
Waktu menunjukkan pukul 4 sore,
tepat dimana kita sampai di Floating market.
Floating market ini adalah pasar apung yang menjual berbagai jajanan
tradisional, sayur mayur, hingga cenderamata. Disini itu kebanyakan yang jual makanan babi, untuk dijadiin sate atau tongsesng dll. Tapi selain babi disini juga menjual banyak makanan seafood, ice cream, dan juga buah-buahan.
![]() |
| Ini adalah salah satu tarian khas Thailand, menari diatas perahu yang diiringi musik tradisional (Sebelah kiri itu banci cantik) |
Saat gue lagi asik berfoto sama
temen gue, tiba tiba gue liat ada bule guanteng banget. But you have to know,
si bule ternyata dapet cewek juga di Thailand dan itu bener bener engga banget.
You can see on this pict. That’s suprissed me!!
| Nahhh, ini dia bule-bule yang gue maksud! |
Jam 7.30 malam kami sampai di sebuah restoran yang lupa namanya apa, dan ternyata menu sajiannya juga sama asam asamnya kaya tadi siang. Cuma bedanya ini ada kepiting dan sayur kangkungnya.
Lalu, kami pun di antar menuju The Season Hotel
daaan tempatnya sangat berbeda dengan Miramar Hotel.
Pertunjukan Thai Cultural Show memperlihatkan berbagai tarian-tarian yang dikemas dalam sebuah cerita.
Ada beberapa tarian yang gue liat itu mirip tari serampang 12 dari Minang. Adegan silatnya juga mirip sama silat Minang. Ada juga adegan parodi gulat gitu, tapi akhirnya yang pingsan malah wasit gara-gara dapet pukulan dari kiri kanan.
Kalo kalian kesini, Kalian harus
melepas sepatu kalian diluar dan ditaruh dalam 1 box gede jika itu rombongan.
Disini kalian bisa liat bahwa orang-orang yang melukis harus mempunyai
ketelitian 100% karna ga gampang membuat 1 ruangan menjadi lukisan.

Kita disini ga lama-lama karna udah cape foto-foto. Setelah keluar dari sana gue diajak sama mba Ance makan “Mango rice” ini adalah salah satu makanan kesukaan gue di Thailand. Mango rice ini komposisinya gampang banget cuma butuh santan, ketan, dan mangga manis. Jadi dipiringnya itu ditaruh ketan, diatasnya di lumuri santan terus mangganya ditaruh disampingnya.
Di Maddame Tussaud bisa jadi alternatif bagi kalian yang kepengen ketemu sama patung lilin figur terkenal, figur-figurnya itu dibagu jadi beberapa sektor mulai dari figur tokoh sejarah, pemimpin, artis, dan penyanyi.
DAY 3 – 20 Oktober 2015
Seperti biasa kita disuruh bangun
jam 8 pagi, lalu sarapan di hotel. Selesai makan kita langsung menuju bis dan pergi ke pantai Pattaya,
disana kita cuma berfoto-foto dan lanjut menuju Nong Nooch Village.
Nong Nooch Village
Pagi itu, setelah dari pantai
Pattaya kami langsung menuju Nong Nooch Village. Saat memasuki jalan
masuk, gue langsung terpana, taman ini indah banget, mulai dari keindahan
bunganya, desain arsitekturnya, dan pot-pot yang ditata dengan rapih. Selain
taman yang luas dan berbagai jenis tanaman, Nong Nooch Village juga
menyajikan atraksi “Thailand Cultural and Elephant Show”.
![]() |
| Ini dia suasana pantai Pattaya di pagi hari. |
Untungnya kita
tepat waktu saat sampe disana, karena beberapa menit lagi acara bakalan
dimulai.
Pertunjukan Thai Cultural Show memperlihatkan berbagai tarian-tarian yang dikemas dalam sebuah cerita.
Ada beberapa tarian yang gue liat itu mirip tari serampang 12 dari Minang. Adegan silatnya juga mirip sama silat Minang. Ada juga adegan parodi gulat gitu, tapi akhirnya yang pingsan malah wasit gara-gara dapet pukulan dari kiri kanan.
Nah selesai melihat tarian, kita
disuruh untuk pindah ke belakang gedung, dan ternyata disana ada pertunjukkan
gajah, mulai dari tangkap bola, mengangkat penonton (ini bayar 100baht),
ngelukis baju (bajunya dijual 400baht), kasih makan gajah pake pisang dan
gausah takut jika kalian gabawa pisang karena disana banyak anak-anak kecil keliling
untuk jualan pisangnya, dll.
Waktu pun menunjukkan pukul 12
siang, kami diiantar koh Alex untuk makan di restoran Nong Nooch Village-nya.
Makanan disana enak banget, lengkap dan prasmanan.selanjutnya kami diantar ke Gems Jewelry.
Gems Jewelry
Koh Alex pernah bilang, kalo
pemerintahan Thailand mengharuskan para turis untuk mengunjungi tempat budaya
di Thailand, dan salah satunya adalah Gems Jewelry.
Gems Jewelry ini kalo boleh gue bilang sangat menarik yah. Kita dibawa menggunakan kendaraan simulator kaya wahana di Dufan untuk melihat peragaan proses munculnya permata sampai pembuatan permata juga perkenalan produk Gems Jewelry.
Gems Jewelry ini kalo boleh gue bilang sangat menarik yah. Kita dibawa menggunakan kendaraan simulator kaya wahana di Dufan untuk melihat peragaan proses munculnya permata sampai pembuatan permata juga perkenalan produk Gems Jewelry.
Setelah melihat simulator tadi,
kita dibawa ke ruangan dimana ada para pekerja permata yang bener-bener tekun
banget ngerjainnya (gue kira tadinya patung, gataunya beneran ehe). Katanya sih
semakin rumit ukiran yang dibuat, maka harga permatanya semakin mahal.
Setelah itu kita dibawa ketempat penjualannya bener-bener luas dan banyak banget orang-orang berjas, gue kira tadinya itu orang-orang yang mau beli.. Gataunya sales-_-
Setelah itu kita dibawa ketempat penjualannya bener-bener luas dan banyak banget orang-orang berjas, gue kira tadinya itu orang-orang yang mau beli.. Gataunya sales-_-
3D Art in Paradise
Kalo kalian kesini, Kalian harus
melepas sepatu kalian diluar dan ditaruh dalam 1 box gede jika itu rombongan.
Disini kalian bisa liat bahwa orang-orang yang melukis harus mempunyai
ketelitian 100% karna ga gampang membuat 1 ruangan menjadi lukisan.
Kita disini ga lama-lama karna udah cape foto-foto. Setelah keluar dari sana gue diajak sama mba Ance makan “Mango rice” ini adalah salah satu makanan kesukaan gue di Thailand. Mango rice ini komposisinya gampang banget cuma butuh santan, ketan, dan mangga manis. Jadi dipiringnya itu ditaruh ketan, diatasnya di lumuri santan terus mangganya ditaruh disampingnya.
Setelah menunggu anak-anak keluar
dari 3D Art in Paradise, kita menunggu dalam bis dan melanjutkan perjalanan ke
Bangkok. Saat perjalanan ke Bangkok, kita berhenti di salah satu tempat turis
belanja yaitu Dried Food.
Di Dried Food ini, gue cuma beli
Thai Tea doang dan Tao Kae Noi, nyesel gue beli Thai Teanya 1 pak. Pas gue cobain
dirumah ternyata enak T.T.
Setelah sampai di Bangkok, itu
sudah sore sekitar jam 7an kita lanjut makan malam di Sophia Restaurant. Selanjutnya, setelah makan kami diantar ke MBK
MBK
MBK itu kepanjangannya adalah Mah
Boon Krong, kita sampai disini butuh waktu setengah jam, karena ga jauh
jauh banget dari tempat kita makan tadi. Disini model mallnya kaya ITC gitu
cuman ya lebih apik lah istilahnya. Dan harga harga yang ditawarkan pun mahal.
Hari terakhir kita akan ke Platinum dan kita akan berangkat jam 9 pagi menuju Maddame Tussaud baru langsung ke Platinum dan lanjut ke Bandara. Horayyy!
Hari terakhir kita akan ke Platinum dan kita akan berangkat jam 9 pagi menuju Maddame Tussaud baru langsung ke Platinum dan lanjut ke Bandara. Horayyy!
DAY 4 – 21 Oktober 2015 “Last
Day”
Jam menunjukkan pukul 7 pagi dan kita langsung turun untuk sarapan lalu lalu siap
siap pergi ke Maddame Tussaud.
Maddame Tussaud
Maddame Tussaud ini berada di
lantai 6 Siam Discovery Mall. Untuk masuk kesini gue nanya sama Mba Ance ternyata harga tiketnya kalo dirupiahin bisa 800 lebih.
Di Maddame Tussaud bisa jadi alternatif bagi kalian yang kepengen ketemu sama patung lilin figur terkenal, figur-figurnya itu dibagu jadi beberapa sektor mulai dari figur tokoh sejarah, pemimpin, artis, dan penyanyi.
Selanjutnya setelah dari Maddame Tussaud kita
langsung menuju Bisnya yang diparkir di MBK, Sebelumnya saat perjalanan ke Bis kita foto dulu dideket tulisan MBK, lalu kita menuju Platinum Mall.
![]() |
Yap, ini dia ga lupa foto saat sebelum kita menuju bis. |
Platinum Mall
Sebenernya kami (Gue, Mba Ance, Rafidah,
dan Bella) tidak pergi kesana, melainkan kami pergi ke seberangnya. Ternyata disana
lebih murah, ga hanya di Wat Arun saja, disini juga ternyata murah-murah. Kami
muter-muter sampe cape banget. Disini itu barangnya grosiran kaya tanah abang,
ambil banyak lebih murah.
Setelah itu kami langsung menuju
bandara. Sampai disana sekitar pukul 6. Kita langsung check-in. Dan kami
langsung menunggu untuk take off jam 9.20 dan landing pada jam 00.25.
Oh iya, di Thailand terrnyata punya suatu tradisi. Saat tiba di Pattaya pertama kali, gue heran karena banyak banget Fanta atau Big Cola yang belom abis. Gue kira ama orang sana sengaja dibuang. Tadinya sih gue pengen minum, tapi takut ada orang yang nyariin, trs nanti gue malah diomelin pake bahasa Thailand lagi T.T. Nah saat gue menuju Bangkok pun begitu, banyak banget fanta dideket wihara mereka. Ternyata saat gue telurusi di Google itu ga ada. Dan akihrnya karena rasa penasaran gue memnucak, gue langsung tanya Koh Alex dong, karena jelas dia adalah penduduk asli Thailand.
Jadi gini :
"Koh kenapa sih banyak banget Fanta sama Big Cola di buang deket wihara-wihara? Padahal masih penuh. Tadinya pengen aku minum, tapi takut ada yang punya HAHA"
kata koh Alex "Oh kalo itu...." Dia langsung tanya supir pake bhs Thailand "....." dan si supir malah tanya sama gue "........"
"Itu Fantanya warna ijo apa merah kata Lungnya?" (Lung adalah panggilan pada si pak supir yang berarti "pak atau mas" dgn kata sopan.
langsung aja gue jawab "Merah merah!!"
"Ohhh kata Lungnya, itu memang kepercaannya orang Buddha, memberi sesajen Fanta biar ga diganggu sama setan-setan kecil, jadi setan kecilnya biar sibuk main-main terus minum itu fanta"
"Setan kecil? Tuyul maksudnya Koh?
"Nah iya sejenis tuyul"
Oh iya, di Thailand terrnyata punya suatu tradisi. Saat tiba di Pattaya pertama kali, gue heran karena banyak banget Fanta atau Big Cola yang belom abis. Gue kira ama orang sana sengaja dibuang. Tadinya sih gue pengen minum, tapi takut ada orang yang nyariin, trs nanti gue malah diomelin pake bahasa Thailand lagi T.T. Nah saat gue menuju Bangkok pun begitu, banyak banget fanta dideket wihara mereka. Ternyata saat gue telurusi di Google itu ga ada. Dan akihrnya karena rasa penasaran gue memnucak, gue langsung tanya Koh Alex dong, karena jelas dia adalah penduduk asli Thailand.
Jadi gini :
"Koh kenapa sih banyak banget Fanta sama Big Cola di buang deket wihara-wihara? Padahal masih penuh. Tadinya pengen aku minum, tapi takut ada yang punya HAHA"
kata koh Alex "Oh kalo itu...." Dia langsung tanya supir pake bhs Thailand "....." dan si supir malah tanya sama gue "........"
"Itu Fantanya warna ijo apa merah kata Lungnya?" (Lung adalah panggilan pada si pak supir yang berarti "pak atau mas" dgn kata sopan.
langsung aja gue jawab "Merah merah!!"
"Ohhh kata Lungnya, itu memang kepercaannya orang Buddha, memberi sesajen Fanta biar ga diganggu sama setan-setan kecil, jadi setan kecilnya biar sibuk main-main terus minum itu fanta"
"Setan kecil? Tuyul maksudnya Koh?
"Nah iya sejenis tuyul"
![]() |
| Ini dia penampakkan sesajen Fanta dan Big Cola |
Gue sangat senang sekali, karena
bisa menambah pengetahuan dan banyak belajar juga dari mata kuliah Travel Management.
Mungkin kalo ga ada pelajaran Travel Management gue ga tau apa apa
sampai sekarang. Mulai dari bikin paspor, tata cara naik pesawat, dan apa apa
aja yang ga boleh dibawa kedalam pesawat. LUCKY ME!
















