Laman

Kamis, 22 Oktober 2015

ASTRI GOES TO THAILAND 2015 (BANGKOK-PATTAYA)


Hayhoooo.....
Disini gue akan menceritakan pengalaman gue saat pergi ke Negeri orang tanpa orangtua, tanpa ada yang ngingetin sholat kecuali alarm, tanpa ada yang ngasih solusi untuk beli oleh oleh apa. Jadi FIX disini gue harus mandiri. Sebelum hari H gue sudah mempersiapkan segala macam barang yg akan gue bawa kaya makanan, alat alat make up (sabun,handbody,deodoran,parfum dkk), baju, sepatu, dan diri. Dan next lanjut ke hari pertama 

ini foto kita sebelum take-off
DAY 1 - 18, Oktober 2015
Karena gue baru pertama kali naik pesawat, dikarenakan dulu saat gue ke Bali naiknya kapal. Gue ngerasa tegang gimana gitu... Sampe gue pegangin tangannya temen gue dan rasanya kaya mau teriak teriak gajelas. Lebay sih emang. Tapi kalo temen gue tanya “Kenapa Rin?” gue cukup jawab “Gapapa. Pemandangan diluar bagus ya”. Mangalihkan pertanyaan? YAP!

Then, kita sampai di Bangkok pukul 8.20 p.m. Lalu kita diantar menuju hotel. Nama hotelnya itu adalah Miramar Hotel

Sesampainya di “Miramar Hotel” kita semua dibagikan kunci kamar lalu diberi tau barang-barang apa saja yang tidak boleh dibawa. Gue sekamar sama Rafidah. Sesudah itu kita disuruh istirahat dan harus siap siap untuk tour besok. Tapi kalo gue baru tidur jam 2an, karena harus memanfaatkan wifi yang ada. And share my location.

DAY 2 - 19 Oktober 2015
Karena di Thailand ga ada perbedaan waktu sama Indonesia. Akhirnya gue bangun, sholat, mandi dan siap siap turun untuk sarapan dan langsung menuju Pattaya. Tour pertama kita adalah...


GRAND PALACE




Sesampainya di Grand Palace

 
Welcome to the Grand Palace. Sebelum masuk ke Grand Palace ini, ada beberapa aturan penting yang harus kita ketahui terkait aturan berpakaian, karena ini adalah tempat suci. Oleh sebab itu pengunjung diharuskan memakai pakaian yang sopan sebelum masuk ke kuil. 

Disini kita bisa melihat pemandangan terindah di kota Bangkok. Desain interior dan eksterior dari Istana Raja Thailand ini bener bener memukau dan kinclong dipandang mata. And the next, we went to..



Wat Pho (Seleeping Buddha)
Arrived in Wat Pho
Selain Grand Palace, Wat Pho adalah kuil yang sangat populer di Bangkok. Kuil ini ga terlalu jauh dari Grand Palace. Salah satu daya tariknya di Wat Pho adalah The Reclining Buddha atau disebut juga Sleeping Buddha atau dalam bahasa Indonesia-nya adalah patung tidur. Nah.. Wat Pho ini juga merupakan kuil yang terbesar dan tertua di Bangkok.

Sleeping Buddha itu ada di tengah kompleks kuil. Untuk masuk kesana kita harus melepas alas kaki, topi dan kacamata hitam. Disana udah di sediain kantong buat menyimpan alas kaki kita, tapi disana ga ada tempat pentipan sepatu, jadi mau ga mau kita harus bawa sepatu kita saat berkeliling ke dalam Seleeping Buddha.

Nah di sepanjang koridor itu ada mangkok-mangkok yang berjajar. Mangkok tersebut biasanya diisi koin yang bisa dibeli seharga 20 baht di pintu masuk (kata Tour Guide-nya). Konon, kalau kita bisa masukin koin ke semua mangkok itu dan jumlahnya juga sesuai, keinginan kita bakalan terkabul.



Ini adalah foto didalamnya, sempit kan?
Nah dibelakang gue, samping kanan itu ada
mangkok koinnya.
Patung Sleeping Buddha



Wat Arun
Kalo misalkan kalian bosen liat kuil kuil yang cuma gitu gitu aja. Disini kita diajak ke Wat Arun, yaitu sebelum menikmati kuil ini, first kita harus menyusuri sungai Chao Pharaya. Kalo di liat-liat sungai ini bener-bener kerawat banget, ga ada sampah yang gue liat saat menuju kuil.


Ini adalah salah satu kuil yang belum
selesai di bangun.
Saat turun dari perahu, ada tempat penyewaan baju tradisional Thailand, bisa juga buat berfoto-foto ria, harganya itu 80 baht. Setelah puas liat kuil kuil, saatnya kita diantar buat menuju pasar Wat Arun. Tepatnya sih disamping Wat Arun. Disini banyak banget yang berjualan mulai dari baju, tas, souvenir, gantungan kunci, dompet dengan harga murah. Gue saranin kalo kalian kesini, mending beli banyak souvenir disini aja. Karena menurut gue cuma disini yang paling murah.

Orang-orang yang berjualan di Wat Arun juga bisa bahasa Indonesia, bahasa Inggris, juga Mandarin lho. Karena, mereka banyak sekali kedatangan turis dari Indonesia. Dan kalo misalkan kalian keabisan uang baht jangan takut karena mereka juga nerima uang rupiah.






Masakan asam tapi lezat di Al-Hilal.
Setelah itu makan siang di Al-Hilal. Di dalam menunya itu ada ikan yang dicampur potongan-potongan mangga rasanya asam-asam manis, ayam crispy, lalu ada sejenis capcay, telur, dan sop bening tom yum. The next Tour kita menuju...







BIG BEE FARM
Gue saat memegang sarang si lebah.
Big Bee Farm ini adalah tempat peternakan lebah terbesar di Thailand. Sesampainya disana kita diajak berkeliling dan dijelaskan secara lengkap dan detail berbagai hal mengenai kehidupan lebah. Setelah itu kita diajak untuk masuk ke dalam ruangan untuk dijelaskan mengenai jenis-jenis hasil dari lebah. Ada madu, propolis, royal jelly, dan bee polen. Manfaat dan khasiatnya pun berbeda beda. 

Yang ditengah itu adalah Ratu dari semua lebah.
Floating Market
Waktu menunjukkan pukul 4 sore, tepat dimana kita sampai di Floating market.  Floating market ini adalah pasar apung yang menjual berbagai jajanan tradisional, sayur mayur, hingga cenderamata. Disini itu kebanyakan yang jual makanan babi, untuk dijadiin sate atau tongsesng dll. Tapi selain babi disini juga menjual banyak makanan seafood, ice cream, dan juga buah-buahan.

Ini adalah salah satu tarian khas Thailand,
menari diatas perahu yang diiringi musik tradisional
(Sebelah kiri itu banci cantik)








Saat gue lagi asik berfoto sama temen gue, tiba tiba gue liat ada bule guanteng banget. But you have to know, si bule ternyata dapet cewek juga di Thailand dan itu bener bener engga banget. You can see on this pict. That’s suprissed me!!
Nahhh, ini dia bule-bule yang gue maksud!

Jam 7.30 malam kami sampai di sebuah restoran yang lupa namanya apa, dan ternyata menu sajiannya juga sama asam asamnya kaya tadi siang. Cuma bedanya ini ada kepiting dan sayur kangkungnya.

Lalu,  kami pun di antar menuju The Season Hotel daaan tempatnya sangat berbeda dengan Miramar Hotel. 


DAY 3 – 20 Oktober 2015
Seperti biasa kita disuruh bangun jam 8 pagi, lalu sarapan di hotel. Selesai makan kita langsung menuju bis dan pergi ke pantai Pattaya, disana kita cuma berfoto-foto dan lanjut menuju Nong Nooch Village.

Nong Nooch Village
Pagi itu, setelah dari pantai Pattaya kami langsung menuju Nong Nooch Village. Saat memasuki jalan masuk, gue langsung terpana, taman ini indah banget, mulai dari keindahan bunganya, desain arsitekturnya, dan pot-pot yang ditata dengan rapih. Selain taman yang luas dan berbagai jenis tanaman, Nong Nooch Village juga menyajikan atraksi “Thailand Cultural and Elephant Show”.



Ini dia suasana pantai Pattaya di pagi hari.
Untungnya kita tepat waktu saat sampe disana, karena beberapa menit lagi acara bakalan dimulai.


Pertunjukan Thai Cultural Show memperlihatkan berbagai tarian-tarian yang dikemas dalam sebuah cerita.

Ada beberapa tarian yang gue liat itu mirip tari serampang 12 dari Minang. Adegan silatnya juga mirip sama silat Minang. Ada juga adegan parodi gulat gitu, tapi akhirnya yang pingsan malah wasit gara-gara dapet pukulan dari kiri kanan.


Nah selesai melihat tarian, kita disuruh untuk pindah ke belakang gedung, dan ternyata disana ada pertunjukkan gajah, mulai dari tangkap bola, mengangkat penonton (ini bayar 100baht), ngelukis baju (bajunya dijual 400baht), kasih makan gajah pake pisang dan gausah takut jika kalian gabawa pisang karena disana banyak anak-anak kecil keliling untuk jualan pisangnya, dll.



Waktu pun menunjukkan pukul 12 siang, kami diiantar koh Alex untuk makan di restoran Nong Nooch Village-nya. Makanan disana enak banget, lengkap dan prasmanan.selanjutnya kami diantar ke Gems Jewelry.


Gems Jewelry
Koh Alex pernah bilang, kalo pemerintahan Thailand mengharuskan para turis untuk mengunjungi tempat budaya di Thailand, dan salah satunya adalah Gems Jewelry.

Gems Jewelry ini kalo boleh gue bilang sangat menarik yah. Kita dibawa menggunakan kendaraan simulator kaya wahana di Dufan untuk melihat peragaan proses munculnya permata sampai pembuatan permata juga perkenalan produk Gems Jewelry.

Setelah melihat simulator tadi, kita dibawa ke ruangan dimana ada para pekerja permata yang bener-bener tekun banget ngerjainnya (gue kira tadinya patung, gataunya beneran ehe). Katanya sih semakin rumit ukiran yang dibuat, maka harga permatanya semakin mahal.

Setelah itu kita dibawa ketempat penjualannya bener-bener luas dan banyak banget orang-orang berjas, gue kira tadinya itu orang-orang yang mau beli.. Gataunya sales-_-


3D Art in Paradise
Kalo kalian kesini, Kalian harus melepas sepatu kalian diluar dan ditaruh dalam 1 box gede jika itu rombongan. Disini kalian bisa liat bahwa orang-orang yang melukis harus mempunyai ketelitian 100% karna ga gampang membuat 1 ruangan menjadi lukisan.














Kita disini ga lama-lama karna udah cape foto-foto. Setelah keluar dari sana gue diajak sama mba Ance makan “Mango rice” ini adalah salah satu makanan kesukaan gue di Thailand. Mango rice ini komposisinya gampang banget cuma butuh santan, ketan, dan mangga manis. Jadi dipiringnya itu ditaruh ketan, diatasnya di lumuri santan terus mangganya ditaruh disampingnya.

Mango Rice yang harus lo coba di Thailand!
Setelah menunggu anak-anak keluar dari 3D Art in Paradise, kita menunggu dalam bis dan melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Saat perjalanan ke Bangkok, kita berhenti di salah satu tempat turis belanja yaitu Dried Food.

Di Dried Food ini, gue cuma beli Thai Tea doang dan Tao Kae Noi, nyesel gue beli Thai Teanya 1 pak. Pas gue cobain dirumah ternyata enak T.T.

Setelah sampai di Bangkok, itu sudah sore sekitar jam 7an kita lanjut makan malam di Sophia Restaurant. Selanjutnya, setelah makan kami diantar ke MBK

MBK
MBK itu kepanjangannya adalah Mah Boon Krong, kita sampai disini butuh waktu setengah jam, karena ga jauh jauh banget dari tempat kita makan tadi. Disini model mallnya kaya ITC gitu cuman ya lebih apik lah istilahnya. Dan harga harga yang ditawarkan pun mahal.

Hari terakhir kita akan ke Platinum dan kita akan berangkat jam 9 pagi menuju Maddame Tussaud baru langsung ke Platinum dan lanjut ke Bandara. Horayyy!

DAY 4 – 21 Oktober 2015 “Last Day”
Jam menunjukkan pukul 7 pagi dan kita langsung turun untuk sarapan lalu lalu siap siap pergi ke Maddame Tussaud.

Maddame Tussaud
Maddame Tussaud ini berada di lantai 6 Siam Discovery Mall. Untuk masuk kesini gue nanya sama Mba Ance ternyata harga tiketnya kalo dirupiahin bisa 800 lebih.

Ini lupa siapa namanya, yang penting
kalo ada kesempatan foto kenapa engga
ehe.





















Di Maddame Tussaud bisa jadi alternatif bagi kalian yang kepengen ketemu sama patung lilin figur terkenal, figur-figurnya itu dibagu jadi beberapa sektor mulai dari figur tokoh sejarah, pemimpin, artis, dan penyanyi.


Selanjutnya setelah dari Maddame Tussaud kita langsung menuju Bisnya yang diparkir di MBK, Sebelumnya saat perjalanan ke Bis kita foto dulu dideket tulisan MBK, lalu kita menuju Platinum Mall.

Yap, ini dia ga lupa foto saat sebelum kita menuju bis. 
Platinum Mall
Sebenernya kami (Gue, Mba Ance, Rafidah, dan Bella) tidak pergi kesana, melainkan kami pergi ke seberangnya. Ternyata disana lebih murah, ga hanya di Wat Arun saja, disini juga ternyata murah-murah. Kami muter-muter sampe cape banget. Disini itu barangnya grosiran kaya tanah abang, ambil banyak lebih murah.

Setelah itu kami langsung menuju bandara. Sampai disana sekitar pukul 6. Kita langsung check-in. Dan kami langsung menunggu untuk take off jam 9.20 dan landing pada jam 00.25.

Oh iya, di Thailand terrnyata punya suatu tradisi. Saat tiba di Pattaya pertama kali, gue heran karena banyak banget Fanta atau Big Cola yang belom abis. Gue kira ama orang sana sengaja dibuang. Tadinya sih gue pengen minum, tapi takut ada orang yang nyariin, trs nanti gue malah diomelin pake bahasa Thailand lagi T.T. Nah saat gue menuju Bangkok pun begitu, banyak banget fanta dideket wihara mereka. Ternyata saat gue telurusi di Google itu ga ada. Dan akihrnya karena rasa penasaran gue memnucak, gue langsung tanya Koh Alex dong, karena jelas dia adalah penduduk asli Thailand.
Jadi gini :

"Koh kenapa sih banyak banget Fanta sama Big Cola di buang deket wihara-wihara? Padahal masih penuh. Tadinya pengen aku minum, tapi takut ada yang punya HAHA"

kata koh Alex "Oh kalo itu...." Dia langsung tanya supir pake bhs Thailand "....." dan si supir malah tanya sama gue "........"

"Itu Fantanya warna ijo apa merah kata Lungnya?" (Lung adalah panggilan pada si pak supir yang berarti "pak atau mas" dgn kata sopan.

langsung aja gue jawab "Merah merah!!"

"Ohhh kata Lungnya, itu memang kepercaannya orang Buddha, memberi sesajen Fanta biar ga diganggu sama setan-setan kecil, jadi setan kecilnya biar sibuk main-main terus minum itu fanta"

"Setan kecil? Tuyul maksudnya Koh?

"Nah iya sejenis tuyul"

Ini dia penampakkan sesajen Fanta dan Big Cola
Gue sangat senang sekali, karena bisa menambah pengetahuan dan banyak belajar juga dari mata kuliah Travel Management. Mungkin kalo ga ada pelajaran Travel Management gue ga tau apa apa sampai sekarang. Mulai dari bikin paspor, tata cara naik pesawat, dan apa apa aja yang ga boleh dibawa kedalam pesawat. LUCKY ME!

69 komentar:

  1. Balasan
    1. Iya seru, makanya kapan-kapan kita ke Bangkok juga yuuk:)

      Hapus
  2. seru banget de , nambah pengalaman jadinya yaaa 😄😄

    BalasHapus
  3. Perjalanannya seru juga, bisa jadi referensi liburan yg ga akan bikin jiwa kita ketiduran disaat hati yg mulai tak beraturan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, hatinya lagi ga beraturan ya? haha btw makasih Elyy

      Hapus
  4. Seru bgt kayaknya ya Dek :'D belanja murah semurah-murahnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget ka, lebih murah daripada singapur huhu

      Hapus
  5. Luar biasa berkesan yaaa.. bagus bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuiiiih yoi donggg.. siapa dulu yang buat? Raissa Andriana sih haha

      Hapus
  6. Nice trip sist, Pengalaman yang mboiss juga tuu ;-)

    BalasHapus
  7. bagus yahh semoga bermanfaat buat semuanya dan juga menjadi sumber informasi yang penting bagi yang membaca

    BalasHapus
  8. Studytour sekalian jalan2 yee. Sempet 'ngelirik' fak disana? Ngahahah

    BalasHapus
  9. Keren nih bisa jd recommended yang mau kesana

    BalasHapus
  10. Balasan
    1. Yuuuuk!!!! Cari duit dulu yg banyak abis itu langsung trip kesana HAHA

      Hapus
  11. kayaknya artikelnya kepanjangan, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayanya dr semua komen, ini doang yg ga enak di baca. Jd ragu mau bilang makasih..

      Hapus
    2. hahaha, nggak usah, kasih buat orang lain aja, :))

      Hapus
  12. Dengan waktu kunjungn negara yang singkat dan padat, Rindha dan kawan-kawan banyak mendapatkan laporan dan pengalaman. Ditambah tampilan blognya cukup menarik dan isi blognya seru untuk dibaca. Top deh sukses ya..

    BalasHapus
  13. sekedar saran, dibuat menjadi beberapa artikel terpisah, menurut inti yang ingin dibicarakan, supaya pembaca tidak bosan ketika membaca

    BalasHapus
  14. Not bad untuk penulis pemula di blog 😊
    Banyak kasih rekomendasi tempat tempat yg harus dan tidak harus dikunjungi selama di Thai 👍

    BalasHapus
  15. Yg bule2 itusih yg bikin pengen komen Rin hahaha. But overall it's interesting anyway, I hope I could get there someday. Thanks for sharing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha makasih ka Riztyy, emang sih bule bulenya emesh2

      Hapus
  16. rinda lengkap banget blognyaaaa, ada videonya juga lagi. bagus deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mia syggg, iya kebetulan sempet videoin disana haha

      Hapus
  17. Gilaaa rindhaa!!! Kerenn rin (y) parah nggak ajak ajak hahaha. Sukses yaa rin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tadinya pengen ngajak cuman males ah ngajak lo haha. Btw thank looh, sukses juga buat lo! Good luck!

      Hapus
  18. waa seru banget ke Thainlandd >///< pengen ke Thai jadinya trus nyobain mango sticky rice yang bikin ngiler ituu^ hehe
    main2 juga ya ke blog aku
    http://ichigoonohi.blogspot.co.id/

    BalasHapus